Senin, 16 Juli 2012

Tangis untuk Dia yang Terkasih

"Apakah engkau pernah merasakan bagaimana kehilangan atau ditinggal pergi oleh dia yang terkasih.?"


Aku teringat akan sepenggal kisahku hari ini,,,, ketika aku mencuci setumpuk cucianku yang menggunung —bagaimana tidak menggunung kalau pakaian yang masih di dalam lemari saja dikeluarkan untuk kucuci saking tidak adanya yang bisa kulakukan di kost tadi,, hihihihi—. Saat tengah asyik dengan cucianku,, tiba-tiba ku dengar suara tangisan... Dari suara tangis itu aku dapat merasakan suatu kepeddi'an yang teramat dalam.... Akupun menoleh dan berbalik sehingga urat-urat leherku kurenggangkan untuk memutar-mutarkan leherku tepatnya kepalaku mencari si pemilik tangis itu...... Kulihat seorang bocah berlari-lari kecil menelusuri lorong kostku saat itu......
sumber: www.google.com
"Mamaa... Mamaa... Mamaa...." anak itu menangis sambil membasuh air matanya sendiri.....

Anak itu berlari-lari kecil melewati lorongku dan tubuhnya pun hilang dari pandanganku tapi gema suara tangisnya masih dapat ditangkap oleh gendang telingaku..... "Kenapa.i itu anak? Bukan ji kah anak hilang? Atau anak kompleks sini ji baru pergi mamanya keluar na ditinggali.i?" batinku sambil melanjutkan kucekan pakaianku....

Suara tangis anak yang tadinya semakin kecil dan menjauh kini kembali menggema dengan frekuensi yang sedikit lebih tinggi sehingga membuat tanganku berhenti mengucek pakaianku dan melihat bocah itu yang kembali berlari memasuki lorong kostku.... Tangisannya kali ini sedikit lebih keras, pipinya pun semakin dibanjiri oleh air matanya.... Tangannya yang imut mencoba tuk membasuh air matanya sendiri dan kali ini ia juga mencoba mengusap hidungnya yang kelihatan sedikit becek.. "Bocah ingusan,, :)" batinku..... Aku tetap memandangi anak itu,,,, berharap agar ibunya datang.....

"Manai mamamu? Natinggaliko mamamu?" suara bapak kostku yang mencoba menenagkan anak itu....

"Oh,, anak kompleks sini ji paenk" batinku sambil mengucek dengan tenang.... hihihihihi :)

Singkat kata,,, singkat cerita....... Ntah bagaimana nasib bocah tadi.......

Beberapa menit setelah kejadian tadi,,, aku mengucek pakaianku sambil nyengir-nyengir sendiri..... Aku teringat akan kisahku waktu kecil dulu....

Hari itu aku dan keluargaku sedang dalam perjalan mudik dari Kabupaten Barru ke Kota Palopo..... Saat itu bus yang kami tumpangi singgah di suatu daerah, dan waktu itu Ibuku turun dari bus untuk buang air kecil..... Tiba-tiba mesin bus itu menyala,,,, sontak aku yang saat itu masih sangat ingusan kaget dan berpikir kalau bus akan pergi meninggalkan Ibuku.... Langsung saja aku menangis dan berkata "Janganki dulu jalan,,, masih ada Ibuku,,,,, janganki tinggalkan Ibuku kasyian...." Ayahku yang ada di sampingku mencoba menenangkanku, "Ndagh pergi ji ini mobil,,,,, ditungguji Ibu.... janganmi nangis, Nak!" Aku masih tidak tenang,,,, masih tersedu-sedu aku menatap pintu bus menanti Ibuku datang...... Dan :) Ibukupun datang........ Aku sudah lupa apa yang terjadi setelah itu..........

Hihihihihihi,,,,,,, aku sering nyengir-nyengir sendiri jika mengingat kejadian itu........ Tapi saat itu aku merasa takut jika bus benar-benar pergi meninggalkan Ibuku,,,,,, takut jika aku tak dapat bertemu dengan Ibuku nantinya........ karena dialah Ibuku, orang yang terkasih, yang sangat aku sayangi dan cintai.... Ntah bagaimana jika aku harus benar-benar kehilangannya saat itu...... Seperti anak yang kutemui hari ini..... pasti dia takut jika dia benar-benar tidak dapat melihat ibunya lagi....... Takut kehilangan orang terkasih yang bersamanya dan merawatnya hingga sekarang.......... Bagaimana denganmu? Apakah engkau merasakan hal yang sama? :)