Jumat, 28 September 2012

akU dAn sEgELAs eS tEh

wAktU kEciL dULu,,,,,, akU bERsAma tAntEkU pERgi kE sEbUAh wARUng mAkAn,,,,,,, di sAna kAmi dUduk LEsEhAn....... hARi itUu tAntekU mEmEsAnkAnkU ayAm bAkAR dAn sEgELAs eS tEh,,,,,,,

sEgELAs eS tEh bERsAma sEdOtAn pAnjAng sUdAh aDAa di tAngAnkU,,,,,,,,,, kEtikA akUu aSyikk minUm eS tEh itUu dEngAn mEnggUnAkAn sEdOtAn,,,,,,, aku mELihAt bEbERApa pEmUdA yAng bERAda di dEpAn mEjA kAmi tERtAwa mELiHAtkU........... akU kEbingUngAn,,,, kU jAdi sALah tingkAh dAn tidAk mEnikmAti eS tEhku saAt itUu..... aDAa apAa dEngAnkU.?? aPAa aDAa yAng sALAh.?????
segelas es teh
hinggA sAat iNi..... sEtiAp minUm eS tEh,,,,,,, akUu sELALu tidAk pERcAya diRi....... sELALu sAaja tEringAt kEjAdiAn itUuu,,,,,,,,, sELALu mEncARi2 aPAa yAng sALAh dEngAn diRikU sAat minUm eS tEh.........

Jumat, 31 Agustus 2012

Sebuah Ruh

Malam gelap mencekam...
Denting tetes air mengisi sunyi...
Sebuah ruh terbangun dari tidur panjang...
Melayang...
Melambung tinggi mengangkasa...
Bermandikan cahaya rembulan...
Berbersih diri tuk kembali pada jasad yang membatu...
Sebuah ruh menari bersama kelelawar putih...
Mungil tubuhnya terpental bantalan awan...
Terombang-ambing di tengah gemerlap bintang...
Akhirnya,,, sebuah ruh kembali terbaring bersama sang jasad..

Senin, 16 Juli 2012

Tangis untuk Dia yang Terkasih

"Apakah engkau pernah merasakan bagaimana kehilangan atau ditinggal pergi oleh dia yang terkasih.?"


Aku teringat akan sepenggal kisahku hari ini,,,, ketika aku mencuci setumpuk cucianku yang menggunung —bagaimana tidak menggunung kalau pakaian yang masih di dalam lemari saja dikeluarkan untuk kucuci saking tidak adanya yang bisa kulakukan di kost tadi,, hihihihi—. Saat tengah asyik dengan cucianku,, tiba-tiba ku dengar suara tangisan... Dari suara tangis itu aku dapat merasakan suatu kepeddi'an yang teramat dalam.... Akupun menoleh dan berbalik sehingga urat-urat leherku kurenggangkan untuk memutar-mutarkan leherku tepatnya kepalaku mencari si pemilik tangis itu...... Kulihat seorang bocah berlari-lari kecil menelusuri lorong kostku saat itu......
sumber: www.google.com
"Mamaa... Mamaa... Mamaa...." anak itu menangis sambil membasuh air matanya sendiri.....

Anak itu berlari-lari kecil melewati lorongku dan tubuhnya pun hilang dari pandanganku tapi gema suara tangisnya masih dapat ditangkap oleh gendang telingaku..... "Kenapa.i itu anak? Bukan ji kah anak hilang? Atau anak kompleks sini ji baru pergi mamanya keluar na ditinggali.i?" batinku sambil melanjutkan kucekan pakaianku....

Suara tangis anak yang tadinya semakin kecil dan menjauh kini kembali menggema dengan frekuensi yang sedikit lebih tinggi sehingga membuat tanganku berhenti mengucek pakaianku dan melihat bocah itu yang kembali berlari memasuki lorong kostku.... Tangisannya kali ini sedikit lebih keras, pipinya pun semakin dibanjiri oleh air matanya.... Tangannya yang imut mencoba tuk membasuh air matanya sendiri dan kali ini ia juga mencoba mengusap hidungnya yang kelihatan sedikit becek.. "Bocah ingusan,, :)" batinku..... Aku tetap memandangi anak itu,,,, berharap agar ibunya datang.....

"Manai mamamu? Natinggaliko mamamu?" suara bapak kostku yang mencoba menenagkan anak itu....

"Oh,, anak kompleks sini ji paenk" batinku sambil mengucek dengan tenang.... hihihihihi :)

Singkat kata,,, singkat cerita....... Ntah bagaimana nasib bocah tadi.......

Beberapa menit setelah kejadian tadi,,, aku mengucek pakaianku sambil nyengir-nyengir sendiri..... Aku teringat akan kisahku waktu kecil dulu....

Hari itu aku dan keluargaku sedang dalam perjalan mudik dari Kabupaten Barru ke Kota Palopo..... Saat itu bus yang kami tumpangi singgah di suatu daerah, dan waktu itu Ibuku turun dari bus untuk buang air kecil..... Tiba-tiba mesin bus itu menyala,,,, sontak aku yang saat itu masih sangat ingusan kaget dan berpikir kalau bus akan pergi meninggalkan Ibuku.... Langsung saja aku menangis dan berkata "Janganki dulu jalan,,, masih ada Ibuku,,,,, janganki tinggalkan Ibuku kasyian...." Ayahku yang ada di sampingku mencoba menenangkanku, "Ndagh pergi ji ini mobil,,,,, ditungguji Ibu.... janganmi nangis, Nak!" Aku masih tidak tenang,,,, masih tersedu-sedu aku menatap pintu bus menanti Ibuku datang...... Dan :) Ibukupun datang........ Aku sudah lupa apa yang terjadi setelah itu..........

Hihihihihihi,,,,,,, aku sering nyengir-nyengir sendiri jika mengingat kejadian itu........ Tapi saat itu aku merasa takut jika bus benar-benar pergi meninggalkan Ibuku,,,,,, takut jika aku tak dapat bertemu dengan Ibuku nantinya........ karena dialah Ibuku, orang yang terkasih, yang sangat aku sayangi dan cintai.... Ntah bagaimana jika aku harus benar-benar kehilangannya saat itu...... Seperti anak yang kutemui hari ini..... pasti dia takut jika dia benar-benar tidak dapat melihat ibunya lagi....... Takut kehilangan orang terkasih yang bersamanya dan merawatnya hingga sekarang.......... Bagaimana denganmu? Apakah engkau merasakan hal yang sama? :)


Selasa, 19 Juni 2012

...



Malam ini.....
Tak kulihat kerlipan bintang-bintang di taman langit....
Awan gelap mendoninasi permainan di panggung taman langit....

Kepada awan gelap yang di atas sana....
Turunkanlah hujanmu tuk temani aku malam ini....
Biarkan dinginnya menyelimuti tidurku ini.....

Dalam hati ku menyimpan rasa.....
Memendam sedih yang teramat dalam.....
Jiwaku menagis.....

Air mata masih terbendung....
Ku coba tuk menahannya.....
Batinku pengap.....

Ku coba tuk membuka jendela hati.....
Melapangkan dada tuk hadapi hasil ulahku.....
Adakah aku yang masih kanak-kanak?
nOe

Sabtu, 09 Juni 2012

Ibu


Kepada angin malam...
Kutitipkan rinduku untuk dia yang terkasih...
Jagalah dia dalam nyenyak tidurnya...
Ooh Tuhanku...
Indahkan mimpinya malam ini...
Kasih cintaku untuknya dalam belaian angin malam...
Dia yang telah mulai menua...
Kasih sayangnya tak teragukan di duniaku...
Tulus cintanya tak terbandingi dalam hidupku...
Dialah yang tlah sabar menjagaku...
Dalam malam-malam letihnya setia terjaga demi aku...
Adakah aku yang berbakti padanya?
Dia yang tak pernah mengaharap balasan...
Masih saja menyayangiku dengan tulus...
Dan akupun tak sanggup membalas indah cintanya...
Dialah Ibuku...
Ibu terbaik di dunia...
Ku ingin sepertinya suatu hari kelak...
Air mataku tak terbandung...
Mengingat apa yang telah dia berikan untukku...
Sementara aku masih sibuk dengan duniaku sendiri...
Tuntutanku padanya terlalu banyak...
Sementara ia hanya menuntut agar aku menjadi lebih baik...
Agar aku bisa hidup bahagia suatu hari kelak...
Dan adakah aku yang mengabdikan hidupku untuknya?
Aku dan Ibu
nOe

^^v

Kamis, 07 Juni 2012

Mentariku


sumber: www.google.com

Terbangun dari pembaringan tidurku...
Pagipun mengukir senyum...
Wahai sang pagi,,, senang berjumpa denganmu lagi
Kicauan burung hidupkan pagiku...
Sorak-sorak bahagia menyambut sang mentari...
Tanda masih adanya kehidupan dunia...
Embun pagi menyapaku...
Mengecup indah pipiku...
Sadarkan aku tuk senantiasa bertasbih kepada-Nya...
Hangat cahaya mentari menghapus dingin embun pagi...
Memberi kekuatan tuk arungi hidup hari ini...
Optimis hariku kan indah nan bahagia...
Kupu-kupu menari indah di atas taman bunga...
Warna-warni sayapnya pantulkan cahaya mentari...
Mentari pagi yang kami rindukan telah menampakkan sinarnya”
Pada sang mentari yang pancarkan hangat sinarmu...
Tak tahukah engkau kami menyimpan rindu sejak semalam?
Bersama cemas menantimu...
Takut tak ada lagi pertemuan indah denganmu hari ini...

nOe

^^v





Syukurku


sumber: www.google.com

Kala jangkrik ternyenyak dalam pembaringanya...
Keheninganpun mengisi ruang kosong dunia...
Sadarkah aku yang masih terjaga?
Kunang-kunang menari riang dalam gelap malam...
Pesona kerlap-kerlipnya pancarkan indah bahagianya...
Adakah aku yang memuji keagungan-Mu Tuhan?
Sang semut menyapaku dalam sibuknya...
Sebahagia apakah hidupmu?
Sontak saraf otakku memutar kembali rekaman kisah hidup lalu...
Bahagiaku...
Tak terbandingkan dengan yang lain...
Tak terlukiskan oleh apapun...
Seperti sang kunang-kunang yang ada di sana...
Lewat senyum tulus kupancarkan indah bahagiaku...
Bersyukur atas segala karunia yang Tuhan berikan...

Terima kasih Tuhan...
Engkau masih mengulurkan tangan agung-Mu...
Bukti cinta-Mu pada insan yang lemah ini...
Dan adakah aku yang senantiasa mengingat-Mu Tuhan?


nOe
^^v

Rabu, 06 Juni 2012

Purnama di Panggung Taman Langit Malam


sumber: www.google.com


Terpaku mataku pada hamparan luas taman langit malam...
Kerlingan bintang menggodaku...
Tak ingin kalah,,,, akupun membalas kerlingannya dengan manja...
"Ada-ada saja!" pikirku...
Di tengah taburan bintang ku lihat purnama tersenyum padaku....
Senyum bahagiapun terlukis di wajahku...
Bagaimana mungkin aku tak membalas senyumnya...
Senyum dan cahaya hangatnya selalu saja meneduhkan hatiku...
Bersyukur ku bisa melihat taman langit malam ini...
Masih bisa mengetahui bahwa purnama ada untukku malam ini...
Tak bosan-bosannya ku menatap taman langit malam ini...
Terkagum-kagum melihat ciptaan Tuhan yang satu ini...
Aku sangat suka berkunjung di taman langit malam...
Melihat bulan dan bintang menghiasi taman langit malam...
Terlebih lagi jika sang purnamalah yang bertahta di atas panggung taman langit sana...
Ingin rasanya ku menari di atas panggung taman langit di sana bersama sang purnama...
Menari bahagia melepas penat dari urusan dunia hari ini...

nOe
^^v




Selasa, 05 Juni 2012

Di Penghujung Subuh

sumber: www.google.com

Semerbak aroma bunga sedap malam masih tersisa...
Dingin subuh merasuki kulit tubuhku...
Uap nafasku nyaris membeku...

Di bawah jendela ini...
Masih terpaku mataku memandangmu...
Mengucap syukur atas karunia Tuhan akan dirimu...

Rembulanku di penghujung subuh ini...
Masih setia menemaniku...
Menanti sang fajar sumber kekuatan dunia...

Nyanyian merdu burung-burung menyapa...
Seberkas cahayapun tampak dari ufuk timur sana...
Dan kaupun harus pergi meninggalkanku...

Sampai jumpa rembulanku...
Terima kasih masih bersamaku hingga penghujung subuh ini...
Terangilah gelap malam di seberang sana...

nOe
^^v